Saturday, November 5, 2016

Tokoh Informatika



Tokoh Informatika

Biodata
Nama                         : Daivalentineno Janitra Salim
Jenis Kelamin            : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 24 Januari 1995
Kewarganegaraan      : Indonesia
Alamat                       : Jalan Ngaglik 17/16, Surabaya

Pendidikan
SD                         : SDK Yohannes Gabriel Surabaya
SMP                       : SMPK Santa Agnes Surabaya
SMA                       : SMAK St. Louis I Surabaya
Perguruan Tinggi   : PTS Universitas Surabaya

Keahlian
1.        Desktop Application | Intermediate C# | C++ | Java
2.        Web Application | Advanced PHP | Javascript | AJAX | Laravel Framework
3.        Mobile Application | Basic Android Studio (Java)
4.        Game Application | Basic Unity | Flash

Prestasi
2007   : Excellent Predicate of Alfa Omega ITSCOMTEC
2008   : 1st Winner of  T-Shirt Design PAKR
2014   : Best User Experience, Ma Chung University
2015   : Best Design, Ma Chung University
           : 20th Champion of Hackathon II, PT Elektrokomunikasi Indonesia
           : 50th Champion of ACM ICPC Singapore World Challenge,
             National University of Singapore

           Daivalentineno Janitra Salim yang dikenal dengan nama panggilan Daiva, lahir di Surabaya, 24 Januari 1995. Daiva belajar di SDK Yohannes Gabriel Surabaya, SMPK Santa Agnes Surabaya, SMAK St. Louis I Surabaya, dan meneruskan berkuliah di Universitas Surabaya (UBAYA).
           Di UBAYA Daiva memilih jurusan Teknik Informatika, dan mengambil bagian pengembangan desktop, web, dan android. Semasa kuliah, Daiva dikenal dengan anak yang rajin belajar, taat peraturan, dan jenius. Daiva meraih IPKM 4.00 dan memiliki kemampuan di bidang desktop application (menggunakan bahasa Intermediate C#, C++, Java), web application (Advanced PHP, AJAX, Javascript, Laravel Framework), mobile application (basic android studio (Java)), game application (Basic Unity, Flash).
           Daiva memiliki banyak pengalaman dalam membuat program. Dekstop application  Daiva membuat program EZ Retail (sistem informasi, jual beli, inventory), Kalkulator Scientific, Automata Compilator (fantasy online shop), Simulasi Air Hujan (grafika komputer), Logika Penuangan Air (artificial intelligence), dan Pemodelan Simulasi Bread Talk. Web application Daiva membuat program E-Keluwih (kantin Universitas Surabaya), Harvest Fried Chicken (kantin Universitas Surabaya), Sistem Input Perwalian Universitas X, UNISET – Unit Kesehatan Indonesia (peringkat ke-12 Hackathon Merdeka II), Website SAMSAT Surabaya, Web – ERP Pabrik Kirmizhi Foam, Sistem Informasi Penjualan Pabrik Kirmizhi Foam, Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Universitas Jurusan Informatika Terbaik di Surabaya dengan Metode TOPSIS, Chirper (twitter arek-arek Universitas Surabaya) - Laravel, dan Sistem E – Kinerja Pemerintahan Kota Surabaya – Laravel. Mobile application Daiva membuat program Sistem Rekap Nilai Universitas Surabaya (tugas akhir) -  Android Application. Game application Daiva membuat Belajar Fisika dengan Mudah (Flash), Belajar Menanam Pohon Bersama Profesor James dan Siska (best user experience, Ma Chung University tahun 2014), Monopoly Space War, Belajar Sistem Operasi Penjadwalan CPU, Belajar Budaya Indonesia (best design, Ma Chung University tahun 2015), Cookie Run (pixel design – code), X-UNO, dan  Indonesia Dash (lomba MEA 2016) – ASEAN – UNITY. Pada bidang multimedia Daiva membuat program Trailer Film Frozen (Walt Disney) XOXO, dan Profil KSM Teknik Kimia Universitas Surabaya.
           Berbagai prestasi juga di raih oleh Daiva seperti 1st Winner of  T-Shirt Design PAKR, Best User Experience yang di selenggarakan oleh Ma Chung University, Best Design yang diselenggarakan oleh Ma Chung University, 20th Champion of Hackathon II yang di selenggarakan oleh PT Elektrokomunikasi Indonesia, dan 50th Champion of ACM ICPC Singapore World Challenge yang di selenggarakan oleh National University of Singapore.

Tuesday, October 11, 2016

Tugas Metode Ilmiah: Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata).



TUGAS METODE ILMIAH
PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU (Vigna radiata).



Disusun oleh:
Merlin Oeitheurisa
XII MIPA 2

SMA NEGERI 1 AMBON
2015
Kata Pengantar

Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunia-Nya penulis dapat menyelesaiakan metode ilmiah yang berjudul “Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata)”. Meskipun banyak hambatan yang penulis alami dalam proses pengerjaannya, tapi penulis berhasil menyelesaikan metode ilmiah ini tepat pada waktunya. Tidak lupa penulis sampaikan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah membantu dan membimbing penulis dalam mengerjakan metode ilmiah ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin penulis berikan kepada masyarakat dari hasil metode ilmiah ini. Karena itu penulis berharap semoga metode ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun metode ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya tugas metode ilmiah ini. Penulis berharap semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Ambon, 08 Agustus 2015

Penulis


Daftar Isi

Kata Pengantar........................................................................................ 1
Daftar Isi.................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
1.        Latar belakang................................................................................. 3
2.        Rumusan masalah........................................................................... 4
3.        Tujuan penelitian............................................................................. 4
4.        Manfaat penelitian........................................................................... 4
5.        Hipotesis.......................................................................................... 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA
1.        Kacang hijau.................................................................................... 5
2.        Faktor eksternal (cahaya)................................................................. 6
BAB III METODOLOGI
1.        Tempat dan waktu penelitian........................................................... 7
2.        Variabel ........................................................................................... 7
3.        Cara kerja......................................................................................... 7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
1.        Hasil................................................................................................. 9
2.        Pembahasan..................................................................................... 11
BAB V PENUTUP
1.        Kesimpulan...................................................................................... 13
2.        Saran............................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 14
LAMPIRAN............................................................................................... 15


BAB I
PENDAHULUAN

1.        Latar belakang
          Kacang hijau (Vigna radiata) adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat kecambah atau toge. Selain itu, kacang hijau juga memiliki bunga kacang hijau yang berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunga tersebut akan membentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.
        Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible ( tidak dapat kembali ke bentuk semula ). Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (actoreosis). Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap Imbibisi { biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap air ataupun embun)}. Efek yang terjadi, membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang melunak.

        Selain itu ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. Faktor internal yang terdiri dari hormon dan gen, faktor eksternal yang terdiri dari cahaya, nutrisi, pH, suhu, kelembaban, tanah, dan air.

        Faktor cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Oleh karena itu berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan percobaan tentang “Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau”.

2.       Rumusan masalah
Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau?

3.       Tujuan penelitian
Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.

4.        Manfaat penelitian
Untuk pribadi:
Mendapat pengalaman dan pengetahuan dalam percobaan yang dilakukan.
Untuk orang lain:
Mendapat pengetahuan dari percobaan yang penulis lakukan.
Untuk sekolah:
Mendapat pengetahuan, dokumen dan referensi dari penulis berupa penelitian.
Untuk lingkungan:
Mendapat pengetahuan sehingga bisa diterapkan dalam lingkungan atau kehidupan.

5.        Hipotesis
H1 = ada pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.
H0 = tidak ada pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

1.        Kacang hijau
Klasifikasi kacang hijau:
Kerajaan : Plantae
Divisi      : Magnoliophyta
Kelas       : Magnoliopsida
Ordo       : Fabales
Famili     : Fabaceae
Genus     : Vigna
Spesies   : Vigna radiata

Morfologi kacang hijau:
Susunan tubuh tanaman (morfologi) kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk bintil-bintil (modula) akar. Makin banyak modula akar, makin tinggi kandungan nitrogen sehingga menyuburkan tanah. Sedangkan, batang tanaman kacang hijau berukuran kecil, berbulu, berwarna hijau kecoklat-coklatan, atau kemerah-merahan; tumbuh tegak mencapai ketinggian 30 cm – 110 cm dan bercabang menyebar ke semua arah. Daun tumbuh majemuk, tiga helai anak daun per tangkai. Helai daun berbentuk oval dengan ujung lancip dan berwarna hijau. Bunga kacang hijau berkelamin sempurna (hermaphrodite), berebentuk kupu-kupu dan berwarna kuning. Buah berpolong, panjangnya antara 6 cm – 15 cm. tiap polong berisi 6 – 16 butir biji. Biji kacanag hiaju berbentuk bulat kecil dengan bobot (berat) tiap butir 0,5 mg – 0,8 mg atau berat per 1000 butir antara 36 g – 78 g, berwarna hijau sampai hijau mengilap.



2.       Faktor eksternal (cahaya)
keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan kacang hijau karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang kacang hijau. Bila anda menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D.


BAB III
METODOLOGI

1.        Tempat dan waktu penelitian
Tempat       : rumah penulis.
Waktu         : tanggal 29 Juli s.d 4 Agustus 2015 (7 hari)

2.        Variabel
Variabel bebas       : cahaya
Variabel terikat      : pertumbuhan kacang hijau
Variabel kontrol     : air, kapas (media), suhu.


3.        Cara kerja
Alat dan bahan:
              I.        Alat     : wadah, gunting, penggaris, dan alat tulis.
             II.        Bahan : kacang hijau, kapas, gelas aqua, air, dan kardus sedang.

Cara kerja:
I.          Siapkan alat dan bahan.
II.        Ambil wadah, rendam 60 biji kacang hijau dengan air. Tiriskan.
cara menghitung biji kacang hijau:
3 x 2 = 6 biji
3 = banyak faktor
2 = banyak uji coba pada 1 faktor.
6 x 10 = 60 biji
10 = dalam 1 uji coba ada 10 biji kacang hijau.



          
III.      Ambil aqua gelas, potong bilateral. Tulis di aqua gelas ‘uji coba 1 cahaya 100%’, ‘uji coba 2 cahaya 100’, dan seterusnya.
IV.      Ambil kapas secukupnya, celupkan ke air dan letakan kapas pada aqua gelas yang telah dipotong secara merata.
V.        Letakan 10 biji kacang hijau pada kapas dan beri jarak.
VI.      Letakan uji coba 1 dan 2 yang cahayanya 100% pada ruang terbuka, letakan uji coba 1 dan 2 yang cahayanya 50% di dalam ruangan, letakan uji coba 1 dan 2 yang cahayanya 0% pada kardus.
VII.    Buatlah tabel untuk mengamati perkembangan kacang hijau dan amati kacang hijau setiap hari dan jangan lupa memberinya air secukupnya.


BAB IV
HASIL DAN CARA KERJA

1.        Hasil
Tabel 1.1 tinggi batang kecambah pada cahaya 100%
Hari
Tinggi kecambah (cm)
sampel 1
sampel 2
rata-rata
1
0
0
0
2
0
0
0
3
0,07
0
0,035
4
0,14
0,04
0,16
5
0,35
0,09
0,365
6
0,47
0,16
0,55
7
0,62
0,21
0,725





     



  Tabel 1.2 tinggi batang kecambah pada cahaya 50%
Hari
Tinggi kecambah (cm)
sampel 1
sampel 2
rata-rata
1
0
0
0
2
0,28
0,16
0,22
3
0,4
0,22
0,31
4
0,56
0,28
0,42
5
0,83
0,36
0,595
6
1,02
0,43
0,725
7
1,27
0,53
0,9

        Tabel 1.3 tinggi batang kecambah pada cahaya 0%
Hari
Tinggi kecambah (cm)
sampel 1
sampel 2
rata-rata
1
0
0
0
2
0,76
0,76
0,76
3
1,4
1,51
1,455
4
2,3
2,36
2,33
5
2,85
3,21
3,03
6
3,51
3,65
3,58
7
3,97
4,51
4,24


        Tabel 1.4 rata-rata tinggi daun dan jumlah akar
Hari
Organ
Cahaya 100%
Cahaya 50%
Cahaya 0%
sampel 1
sampel 2
keterangan
sampel 1
sampel 2
keterangan
sampel 1
sampel 2
keterangan
1
Akar
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
Daun
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
2
Akar
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
Daun
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
3
Akar
0
0
belum muncul
0
0
belum muncul
0
3,5
warna kuning pucat
Daun
0,01
0
warna hijau
0
0
belum muncul
0
0,11
warna kuning
4
Akar
0
0
belum muncul
0,1
0
warna kuning pucat
1,9
5,6
warna kuning pucat
Daun
0,03
0
warna hijau
0
0
belum muncul
0,12
0,32
warna kuning
5
Akar
0
0
belum muncul
0,2
0,1
warna kuning pucat
3,7
7,5
warna kuning pucat
Daun
0,07
0
warna hijau
0,01
0
warna kuning
0,27
0,57
warna kuning
6
Akar
0
0
belum muncul
0,4
0,2
warna kuning pucat
5,1
9,6
warna kuning pucat
Daun
0,13
0
warna hijau
0,06
0,01
warna kuning
0,48
0,72
warna kuning
7
Akar
0
0
belum muncul
0,7
0,4
warna kuning pucat
6,5
11,7
warna kuning pucat
Daun
0,22
0,02
warna hijau
0,12
0,04
warna kuning
0,68
1,1
warna kuning

1.5        Grafik rata-rata tinggi kecambah

2.   Pembahasan
Berdasarkan tabel 1.1 tinggi batang kecambah pada cahaya 100% mencapai ukuran 0,725 cm pada hari ketujuh, sedangkan tinggi kecambah pada cahaya 50% mencapai ukuran 0,9 cm pada hari ketujuh, sementara tinggi kecambah pada cahaya 0% mencapai ukuran 4,24 cm pada hari ketujuh. Hal ini menunjukan bahwa pertumbuhan kecambah sangat maksimal pada cahaya 0%, ini diakibatkan oleh pengaruh hormon auksin pada pertumbuhan perkecambahan. Auksin merupakan hormon yang berperan untuk pemanjangan batang dan sel, pada kondisi yang gelap (cahaya 0%) konsentrasi auksin lebih tinggi sehingga sel akan memanjang lebih cepat dibandingkan kecepatan pemanjangan sel pada kondisi cahaya 50% dan 100%. Pada kondisi terang (cahaya 100%) hormon auksin terurai sehingga memperlambat pemanjangan batang. Pada umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan tanaman karena menyebabkan auksin terurai sehingga, batang pada kondisi cahaya 0% jauh lebih tinggi dan cepat dibandingkan 50% dan 100% pertumbuhan cepat di tempat gelap seperti ini disebut etiolasi.
Pada hari kelima beberapa kecambah yang berada di kondisi cahaya 0%, warna batang berubah menjadi ungu pucat. Sedangkan pada beberapa kecambah di kondisi cahaya 100% diawal pertumbuhan batang yang muncul berwarna hijau. Perubahan warna pada batang secara umum diakibatkan karena pengaruh cahaya terhadap pembentukan nutrisi kecambah yang berada pada kondisi cahaya yang berbeda.

Berdasarkan tabel 1.4 rata-rata jumlah akar berbeda pada tumbuhan yang berada di cahaya 0%, 50%, dan 100%. Pada cahaya 0% akar tumbuh lebih banyak dan lebih panjang, hal ini berhubungan dengan hormon auksin. Selain mempengaruhi pemanjangan sel pada batang, auksin juga berperan dalam pembentukan akar pada perkecambahan. Mengingat auksin akan sangat aktif pada kondisi yang gelap maka mempengaruhi pembentukan dan pemanjangan akar yang maksimal pada kondisi cahaya 0% dibandingkan dengan pembentukan dan pemanjangan akar pada kecambah yang berada di cahaya 50% dan 100%. Warna pada akar kecambah yang berada pada cahaya 0%, 50%, dan 100% juga berbeda. Warna pada akar kecambah yang 100% lebih putih dibandingkan 50% dan 0% yang cenderung berwarna kuning pucat. Hal ini diakibatkan karena kecambah kekurangan cahaya sehingga mempengaruhi pembentukan  nutrisi pada kecambah tersebut.

Berdasarkan tabel 1.4 yang menunjukan rata-rata tinggi daun pada cahaya 0%, 50%, dan 100%, dapat dilihat bahwa jumlah daun pada kecambah yang berada di kondisi cahaya 0% lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah daun pada kecambah yang berada di kondisi cahaya 50% dan 100%. Hal ini berhubungan dengan pengaruh hormon auksin terhadap daun yang mempercepat pemanjangan pada sel-sel daun. Warna daun pada kecambah yang berada di cahaya 100% adalah hijau, sedangkan pada cahaya 50% dan 0% warna daun cenderung kuning pucat. Hal ini disebabkan karena kecambah kekurangan cahaya yang mempengaruhi pertumbuhan nutrisi.


BAB V
PENUTUP

1.        Kesimpulan
Berdasarkan percobaan ini maka dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau.

2.        Saran
Dalam menanam kacang hijau sebaiknya ditanam pada kondisi cahaya optimal sehingga diperoleh pertumbuhan kacang hijau yang kualitasnya lebih bagus.


DAFTAR PUSTAKA

Endang Sulistyowati, Wigawati H. Omegawati, Dyah C. Ningsih, Rumiyati. 2015. Biologi. Jakarta: Intan Pariwara.
Dr. Tati Suryati Syamsudin Subahar. 2007. Biologi 3. Jakarta: Quadra. 

LAMPIRAN

Alat dan bahan
Cara kerja

Uji coba 1 dan 2 pada kondisi cahaya 0%, 50% dan 100%  hari pertama
Karena cuaca musim hujan, penulis kuatir kecambah pada kondisi cahaya 100%  tergenang air di gelas aqua dan bibit kecambah jatuh di tanah maka penulis menutup sampel 1 dan 2 dengan gelas aqua dan melubangi samping gelas aqua agar udara tetap masuk.

Uji coba 1 dan 2, hari kedua pada kondisi cahaya 0%.
Uji coba 1 dan 2, hari kedua pada kondisi cahaya 50%
Uji coba 1 dan 2, hari kedua pada kondisi cahaya 100%
Uji coba 1 dan 2, hari ketiga pada kondisi cahaya 0%
Uji coba 1 dan 2, hari ketiga pada kondisi cahaya 50%
Uji coba 1 dan 2, hari ketiga pada kondisi cahaya 100%
Uji coba 1 dan 2, hari keempat pada kondisi cahaya 0%
Uji coba 1 dan 2, hari keempat pada kondisi cahaya 50%
Uji coba 1 dan 2, hari kelima pada kondisi cahaya 0%
Uji coba 1 dan 2, hari kelima pada kondisi cahaya 50%
Uji coba 1 dan 2, hari kelima pada kondisi cahaya 100%
Uji coba 1 dan 2, hari keenam pada kondisi cahaya 0%
Uji coba 1 dan 2, hari keenam pada kondisi cahaya 50%
Uji coba 1 dan 2, hari keenam pada kondisi cahaya 100%
Uji coba 1 dan 2, hari ketujuh pada kondisi cahaya 0%
Uji coba 1 dan 2, hari ketujuh pada kondisi cahaya 50%
Uji coba 1 dan 2, hari ketujuh pada kondisi cahaya 100%

Tabel yang penulis gunakan selama pengamatan
Tabel cahaya 0%
Tabel cahaya 50%
Tabel cahaya 100%

untuk melihat tampilan / menyimpan tugas metode ilmiah saya:
disini